Sejak dulu, properti memang acap digadang-gadang sebagai investasi paling menjanjikan. Karenanya, bisnis properti pun jadi salah satu bidang bisnis yang paling eksis dipilih, salah satunya oleh Cipto. Pilihan bisnis ini tak lepas dari latar belakang keluarga Cipto yang bekerja di bidang kontraktor dan developer.
Terlahir di Medan, namun ia pindah ke Jakarta sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Cipto tercatat lulus dari SMP Tarsisius dan STM Penabur Jakarta.
Setelahnya, Cipto melanjutkan pendidikan di Fakultas Teknik Arsitektur Universitas Atmajaya Yogyakarta. Kala itu, Cipto banyak terlibat aktif di kegiatan kampus. Mulai dari organisasi formal, olahraga, hingga kelompok pencinta alam semuanya ‘diborong’. Kecinatannya pada alam bahkan masih terus berjalan, Cipto bercerita dirinya masih hobi mendaki gunung hingga kini.
Prinsip-Prinsip 8Pilar
“8Pilar dibentuk karena saya ingin mengajak banyak orang untuk dapat bersama-sama dalam menjalankan dan atau menikmati karya suatu properti yang bisa menjadi berkat. Bagi kita sendiri, bagi orang lain, dan bagi lingkungan hidup,” ujar Cipto.
Cipto menjelaskan visi dan misi 8Pilar, yakni menjadi suatu perusahaan yang dapat dipercaya dalam pengembangan suatu properti. Selain itu, juga memaksimalkan nilai dari properti tersebut dan tetap menjaga kelestarian alam. Menurut Cipto, visi dan misi perusahaan itu senada dengan nilai pribadi yang dia emban. Nilai tersebut ialah menjadi pribadi yang dapat bertanggung jawab dan memberi nilai lebih kepada lingkungan sekitar atau orang lain, serta menjaga kelestarian alam.
8Pilar menanamkan sikap tanggung jawab, disiplin, kreatif dan kekeluargaan sebagai budaya perusahaannya. Hal itu dilakukan dengan harapan agar seluruh tim yang ada di dalam 8Pilar bekerja maksimal dan penuh kehangatan sebagai satu tim yang solid!
Cipto sadar bahwa bisnis properti itu banyak digandrung pebisnis lainnya. Karenanya, ia pun mempunyai jurus ampuh kiat-kiat untuk membuat bisnisnya menonjok dan berbeda ketimbang kompetitor. Ia mengungkapkan bahwa 8Pilar selalu mengusung konsep-konsep dasar untuk setiap proyek-proyek yang akan dikembangkan.
“Di mana konsep-konsep dasar bukan hanya konsep komersil tapi juga konsep kebersamaan dan kekeluargaan, konsep kelestarian lingkungan hidup, dan konsep yang menunjang untuk setiap daerah yang akan dibangun oleh 8Pilar,” jelas Cipto.
Dalam budaya kerja 8Pilar, tanggung jawab, disiplin, kreativitas dan kekeluargaan yang ditanamkan. Dengan harapan seluruh tim yang ada di dalam 8Pilar, dari jajaran atas sampai bawah, dapat membuat setiap karyawan di 8Pilar bekerja maksimal dan penuh kehangatan sebagai satu tim yang solid.
Proyek-Proyek 8Pilar
Menurut Cipto, 8Pilar masih termasuk perusahaan properti baru. Kendati demikian, kata Cipto, 8Pilar telah berani membuat konsep-konsep kawasan hotel yang berbeda dengan yang lain. Ke depannya, Cipto berharap 8Pilar berkembang sesuai dasar yang ada, yaitu harus mempunyai konsep-konsep pembangunan yang kuat agar dapat berkembang bersama, baik untuk karyawan maupun konsunen 8Pilar.

Turut mengelola investasi ayah di Australia, ternyata tidak cukup bagi Antonius. Dia terbatas dengan aktivitas yang lebih tinggi. Atas saran sang ayah, ia pun membentuk Sony Trading Pty Ltd pada tanggal 07/07/1999. Tapi perusahaan ini belum beroperasi karena kondisi ayah yang memburuk dan akhirnya wafat. Antonius pun kembali ke Jayapura guna menyelesaikan amanat ayahnya.
Guna mengelola investasi peninggalan ayah, Antonius kembali ke Australia. Ia belajar Master of Construction Management (Project Management) dari UNSW agar mendapatkan visa student. Kuliah ini diselesaikan dalam waktu 1 tahun sambil menjaga putranya yang baru lahir. Setelah lulus, ternyata sulit sekali mendapatkan pekerjaan dibidang konstruksi di Australia. Ia selalu terbentuk karena tidak punya pengalaman lokal di Australia.
Akhir 2003, dia mengunjungi supermarket Thai Kee, dan melihat produk Teh Botol yang sama tapi dimpor oleh 3 supplier yang berbeda. Dia pun membayangkan Sony Trading bisa hadir sebagai supplier ke-4.
Pengembangan Sony Trading
“Delivering Excellence” menjadi tag line Sony Trading. Oleh karena itu, hanya produk makanan dan minuman dari supplier yang memiliki reputasi baik yang digandeng oleh Sony Trading.
Antonius pun menerapkan konsep 3A dalam marketing produknya: Accessible: dapat ditemukan di berbagai daerah; Affordable: sesuai dengan daya beli masyarakat; Accountable: sesuai dengan standard peraturan Australia.
Sony Trading pun terlibat dalam berbagai kegiatan CSR, seperti menjadi sponsor berbagai kegiatan komunitas Indonesia dan membantu kegiatan sosial The Kogarah Storehouse.
Menjadi anggota IBC Australia
Menjadi satu-satunya Direktur dari Indonesia Trading House Australia (ITHA) di 2021 tidak menghalangi Antonius untuk bergabung dan keaktifannya di IBC Australia yang diakuini sejak 2018.
“Saya senang dengan banyaknya kehadiran yang diwakili oleh IBC Australia saat ini. Termasuk bertemu dengan Pak Thomas, Ketua IBC Chapter Jakarta, dalam kegiatan TEI 2023,” demikian kata Antonius, sang penerima IBC Award 2020. [IM]



“Life does not always turn out how you plan it. When you get a knock, you must get up, dust yourself down and have the courage to fight back and claim your crown.” – Oleh Josep Rustam
Antonius Auwyang adalah Managing Director dari Sony Trading Pty Ltd, perusahaan ekspor-impor yang bergerak di bidang distribusi produk makanan dan minuman dari Indonesia untuk pasar Australia, New Zealand dan Pasifik.
Saat ini Sony Trading menjadi distributor bagi 26 pabrik besar dari Indonesia, yaitu Finna, Dua Kelinci, Kapal Api, Bamboe, Fibercrème (L&K), Slaiohmuncul Tolak Angin, Garuda Food, Ultra Jaya, Ceres, Mayora Group, Kalbe, Sasa, Sosro, Kobe, Pondasi, Indac, Munik, Nutrijel, Jans, Taro, Marie Regal, Moringi, Serena, Nissin, Hanza Foods dan Dua Belibis.
Kepiawaian Antonius dalam memahami kebutuhan pelanggan disertai dengan kreativitas dalam memasarkan produk yang bernilai, membuat Sony Trading berperan penting dalam pengembangan ekspor dan pembinaan UMKM Indonesia. Atas perainnya tersebut, Sony Trading dianugerahi Primadata Award oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia pada tahun 2021.
Masa Kecil
Melalui ibu yang berasal dari Makassar, Antonius lahir di Jayapura. Ia adalah anak ke-8 dari 9 bersaudara. Sang ayah yang berasal dari Maluku Tenggara memilih untuk tinggal di Jayapura dan memulai usaha sebagai pedagang kelontong.
Antonius menempuh pendidikan dasar di Jayapura. Ia ingat betul rapor SD-nya dan SD Kristen Raja Jayapura yang banyak mendapatkan angka merah. Kondisi rapor-nya di SMP Negeri 1 Jayapura sedikit membaik, tapi ia tidak begitu menikmati nilai akademisnya dan lebih menikmati masa kecilnya.
Pendidikan & Karir
Tamat SMP, sang ayah meminta Antonius merantau keluar kakaknya ke Jakarta untuk melanjutkan sekolah. Saat itu, ibu Antonius telah wafat. Diharapkan Antonius dapat dibantu oleh kakak-kakaknya dalam belajar.
Bersekolah di Jakarta bagi putra daerah, terutama Papua, apalagi dari Jayapura. Banyak olok-olok dan pengucilan lisan yang diterima dari teman-teman baru di SMA Sang Timur, Jakarta Barat. Hal ini sangat mengusik hati dan pikiran Antonius.
Tidak ingin kalah diremehkan, Antonius bertekad untuk menjadi lebih baik dari teman-temannya. Bidang yang dipilihnya untuk menjadi yang terbaik adalah pendidikan, karena bidang lainnya seperti olah raga dan musik tidak memiliki prestise setinggi pendidikan. Selain itu, sulit bagi Antonius mengalahkan anak-anak Jakarta dalam kedua bidang tersebut.
Hasilnya, dari kelas 1 sampai kelas 3, Antonius selalu ranking 1, menjadi juara kelas tanpa mengikuti les tambahan, tanpa terlalu banyak mengganggu kakak-kakaknya yang telah menjadi mahasiswa. Dia pun dikenal sebagai pelajar berprestasi oleh guru dan teman sekolah.
Untuk Pendidikan S1, Antonius memilih Fakultas Teknik Sipil di Universitas Tarumanegara. Ia berhasil lulus dalam waktu 4 tahun. Lebih cepat dari waktu rata-rata lulus yang 5 tahun. Ketika kuliah, ia sempat menjadi Asisten Dosen untuk mata kuliah Computer di Fakultas Ekonomi Universitas yang sama. Ia juga membantu olah ayahnya di Jayapura dengan mencari supplier alat tulis kantor di Jakarta.
Ketika lulus, Dosen pembimbingnya, Dr. Ir. FX. Supartono, salah satu pakar beton di Indonesia langsung mengajak Antonius untuk bergabung menjadi konsultan. Ia pun menyanggupi. Selain bekerja, Antonius juga sering diminta oleh Pak Supartono mengajarkan beliau membuat presentasi. Akhirnya Antonius sering menjadi Dosen Pengganti, dan sering pula mengajar teman-teman seangkatannya yang belum lulus.
Impian Antonius selalu memiliki pengalaman kerja di 3 bidang, yaitu Konsultan, Developer dan Kontraktor, sebelum membuka usaha sendiri. Oleh karena itu, setelah menjadi Konsultan, Antonius bekerja pada perusahaan developer. Jabatan terakhir, adalah Construction Manager yang membangun Kota Baru Parshyangan di Padalarang. Pekerjaan ini dia tinggalkan karena suatu hari diakhir Mei 1998, ayahnya yang sedang dirawat di Australia memintanya untuk datang membantu.

Penyerahan Sertifikat Primadata Award di Kedubes Canberra oleh Bpk Dubes Kristiarto

Penyerahan Trofi Primadata Award di ITPC Sydney oleh Bpk Dubes Siswo

Dukungan untuk UKM secara daring dilakukan oleh Ibu Penny Williams, Dubes Australia untuk Indonesia

Pak Antonius dengan Bpk Josep Rustam, Presiden IBC Australia

Pak Antonius (paling kanan) dan Bpk Alex Lius, pengusaha dan Victoria (tengah) bersama dengan Pak Thomas Lim – Head of IBC Australia chapter Jakarta (paling kiri) menghadiri Trade Expo Indonesia, 18-22 Oktober 2023
Merintis usaha di “negara asing” merupakan tantangan yang tak semua orang berani hadapi. Namun, bagi seorang wirausahawan sejati seperti Adam Tedja, hal itu bukanlah halangan melainkan kesempatan yang patut dicoba.
Adam Tedja memulai usaha percetakan “Wazzup Screen Printing” yang berbasis di Taren Point Australia pada tahun 2018. Dalam waktu lima tahun, Adam berhasil mengembangkan bisnis percetakannya hingga diakui oleh merek ternama.
“Wazzup Screen Printing” menyediakan jasa percetakan dengan berbagai teknik dan teknologi canggih. Perusahaan ini siap melayani pelanggan bisnis kecil maupun bisnis global untuk menciptakan pakaian bermerek dan produk promosi. Adapun, berbagai layanan yang disediakan oleh perusahaan ini diantaranya screen printing, trade printer, heat transfer, direct to garment (DTG), rhinocolour, dan embroidery.
Tonggak Pencapaian Bisnis
Dalam beberapa tahun terakhir, Adam telah melakukan perubahan yang signifikan dalam perusahaannya. Salah satu langkah penting yang diambil adalah mengembangkan teknologi baru seperti mesin cetak digital Direct to Film, yang di impor dari Indonesia. Suatu kebanggaan bagi Adam karena dapat membawa teknologi cetak dari Indonesia ke negeri kangguru.
Tak hanya itu, Adam juga berhasil menjalin kerjasama dengan merek-merek terkenal seperti Coca-Cola. Keberhasilan ini membuktikan reputasi Wazzup Screen Printing sebagai penyedia layanan cetak yang handal. Ia juga menjalin kerja sama dengan klien-klien terkenal dari berbagai kalangan, termasuk penyayi musik ternama. Wazzup Screen Printing membuktikan produksi merchandise menarik bagi penggemar.
Selain itu, perusahaan Adam juga memiliki program yang memberikan potongan harga khusus untuk badan amal dan kementerian lokal sebagai bentuk dukungan dan kontribusi kepada masyarakat.
Mengutamakan Kepuasan Pelanggan
Dalam berbisnis, Adam selalu berorientasi kepada kepuasan pelanggan. Prinsipnya, melayani pelanggan dengan optimal akan membuahkan hasil positif terhadap bisnisnya. Bahkan, untuk menjamin kepuasan pelanggannya, Adam membuka cabang baru bernama “Apparelv” yang dikhususkan untuk melayani pelanggan ritel seperti seperti restoran, kafe, dan pedagang lokal. Dengan cabang ritel ini, perusahaan dapat memperluas pasar sementara dan menghemat biaya dan waktu.
Adam meyakini bahwa setiap jenis pelanggan memerlukan pendekatan khusus. Beginya, semua jenis pelanggan, termasuk bisnis kecil, gamer, dan individu yang ingin menciptakan merek sendiri, memiliki ekspektasi yang besar terhadap pertumbuhan bisnisnya.
Batu Sandungan Pertama, Manajemen Sumber Daya Manusia
Tak ada bisnis yang berkembang tanpa batu pun kerikil melintang. Di awal merintis usaha, Adam dihadapkan dengan permasalahan terkait manajemen sumber daya manusia (SDM).
Namun, hal itu dapat terselesaikan dengan menciptakan budaya kerja yang positif dan kejejaran manajemen kinerja. “Awalnya, beberapa pegawai hampir berhenti karena kurangnya struktur dan organisasi perusahaan. Tapi, akhirnya kita berhasil membuktikan dengan menerapkan manajemen yang berbeda dan lebih baik,” kata Adam.
Struktur kepegawaian merupakan elemen fundamental dalam menjalankan suatu usaha. Tanggung, koordinasi dan tanggung jawab antar pegawai tidak akan berjalan optimal.
“The way your employees feel is the way your customers will feel. And if your employees don’t feel valued, neither will your customers.” – Penulis Buku Terkemuka, Sybil F. Stershic.
Bagian dari Komunitas IBC Australia
Adam pertama kali mengenal Indonesian Business Council (IBC) Australia sejak tahun 2006 lewat Norman Ambarita. Setelah bergabut dalam bisnis di Australia dan mempelajari manfaat komunitas ini, Adam memutuskan untuk bergabung di tahun 2021. Ia melihat peluang untuk kerja sama dengan komunitas di sektor garmen.
Bagi Adam, keanggotaan dalam komunitas seperti IBC memiliki banyak manfaat bagi kebersamaan pribadi maupun profesional. Ia dapat memperoleh jejaring, akses ke sumber daya berharga, pengembangan keterampilan, pelatihan kepemimpinan, dan lingkungan kolaboratif yang mendukung.