FORGOT YOUR DETAILS?

Tuesday, 24 February 2026 / Published in News

Hari Perempuan Sedunia diperingati setiap tahunnya pada 8 Maret. Semakin ke sini, para perempuan juga kian eksis menorehkan kontribusi dalam dunia profesional alias berkarier. Pada kesempatan kali ini, kita akan membagikan cerita salah satu perempuan hebat bernama Reni Turnbull.

Reni bekerja di salah satu perusahaan bertaraf global, Atlas Copco Australia, mengembangkan bisnis Brand portfolio aftermarket di Australia. Perusahaan bertaraf global itu bergerak dalam bidang penyedia kebutuhan di berbagai industri, seperti teknik umum, manufaktur, industri proses, pertambangan, konstruksi, otomotif, elektronik, minyak dan gas, pengolahan air limbah dan banyak lagi.

Role Reni sangat dinamis, selain mengembangkan Brand portfolio aftermarket business dan handling national market, Reni harus melakukan perjalanan bisnis ke berbagai kota dan propinsi di Australia untuk meeting dan berdiskusi dengan customers.

Bagi Reni, peringatan Hari Perempuan Sedunia itu penting untuk mencapai kesetaraan gender. “Kita harus meningkatkan pemberdayaan perempuan. Mendorong dan saling mendukung setinggi mungkin agar terlihat dan memperkuat suara kita didengarkan untuk mencapai kesetaraan gender. Itulah gunanya Hari Perempuan Internasional,” ujar Reni.

akan selalu ada hari baik dan hari buruk di kehidupan ini.

Kendati demikian, Reni enggan menyerah. Sebab, baginya, menyerah bukanlah sebuah pilihan saat sang anak bergantung pada kita. “Mengejar karier yang optimal sambil bersikap proaktif sebagai seorang ibu dapat dilakukan dengan sebuah ‘pengaturan’ yang melengkapi dinamika keluarga Anda dan teruslah melangkah maju,” kata Reni.

Reni berpesan agar para ibu bekerja untuk tetap fokus berupaya melakukan yang terbaik. Reni juga ingin para ibu bekerja mengingatkan diri sendiri akan hal itu. Reni mengatakan kehidupan tidak akan selalu sempurna. Namun bila Anda memprioritaskan untuk menemukan keseimbangan, maka Anda akan selangkah lebih maju dan lebih dekat lagi untuk menemukannya.

Reni termasuk ibu bekerja alias working mother. Menurutnya, Reni menemukan work-life balance atau keseimbangan yang “sempurna” antara karier dan peran sebagai ibu dapat menjadi sebuah tantangan, terutama ketika sang anak masih kecil.

Sekalipun keseimbangan itu telah tercapai, jelas Reni, ibu bekerja juga masih mungkin bakal menghadapi berbagai tantangan lantaran banyaknya perubahan yang dipikul. Hal itu normal saja terjadi. Reni meyakini bahwa

Lulusan Sarjana Keperawatan Kesehatan Kerja (K3) Universitas Diponegoro itu menilai bekerja dan membesarkan anak-anak membukakan keterampilan organisasi yang luar biasa dan penyesuaian prioritas yang konstan.

“Dimulai dari rutinitas sejak dini hari hingga waktu malam hari mengantarkan sang buah hati tidur dengan membacakan buku cerita, ibu yang bekerja mendapati dirinya beralih peran dari seorang pekerja professional hingga menjadi peran seorang ibu dalam sekejap mata,” tutur Reni.

Dia menerangkan hal itu kerap menuntut perencanaan yang cermat, manajemen waktu yang kuat, dan pasangan yang mendukung. Reni mengatakan upaya menyeimbangkan kehidupan bekerja dan mengurus anak lebih sangat menantang, apalagi jika tidak mempunyai keluarga terdekat disekitarnya.

Tuesday, 24 February 2026 / Published in News

Beyond the Limit

Namun, layaknya sektor bisnis lain, pandemi Covid-19 memberi dampak besar terhadap Medan Ciak di tahun 2020. Terpaksa satu restoran ditutup karena kurangnya SDM dan merosotnya jumlah customer. Tantangan ini dijawab oleh Harjo dan support system yang ia miliki, Medan Ciak tetap harus beroperasional dengan cara menjemput bola, yaitu dengan menyediakan delivery order tanpa minimum purchase. Idenya berhasil, lewat delivery saja, Medan Ciak menjajakan 400 bungkus nasi setiap harinya.

Bangkit dari keterpurukan pandemik Covid-19, Harjo mengubah identitas (rebranding) Medan Ciak lewat nasi kapau dan tampilan restoran-nya yang lebih modern kekinian sehingga target pelanggannya menyentuh generasi kekinian. Di akhir tahun 2023, Harjo membuka cabang baru di Mascot dengan penjualan rendang dan iga bakarnya saja menyentuh angka 500 kg per minggu.

Kesuksesannya ini bukanlah sekedar keberuntungan, tapi karena prinsip hidupnya yang ia pegang selama ini, yaitu “Never stop learning. Dare to dream and make it come true.” Kepiawalan dan kerja kerasnya membuahkan hasil yang bisa dinikmati banyak orang. Bisnis kulinernya tidak hanya mengantarkan Harjo kepada kesuksesan tapi juga mengenalkan budaya Indonesia lewat makanan dan masakan Indonesia. Jajanan pasar yang tersedia di Medan Ciak merupakan jajanan pasar paling banyak variannya di Australia, mulai dari kue wajik hingga es koteng.

Tidak hanya itu, dia juga terus belajar untuk beyond the limit terutama pada hal-hal baru yang lagi ngetren di masyarakat. “Prinsip saya dalam berbisnis itu kita pelajari customer behaviour, karena pembeli adalah raja,” ujarnya mantap. Dia juga menambahkan, kunci sukses bisnis bukan hanya pada customer tapi juga pada kesejahteraan karyawan. Baginya, karyawan adalah keluarga. Terbukti hingga kini, karyawan Medan Ciak betah dan setia pada Harjo.

Berkenalan dengan IBC Australia

Harjo mulai bergabung dengan IBC Australia sejak tahun 2020. Melalui IBC, ia banyak kenal dengan berbagai pengusaha Indonesia di Sydney. Selain itu ia belajar bahwa norma dan etika menjadi titik penting dalam menjalin hubungan dengan siapapun terutama dalam berorganisasi. Selain itu aktif terlibat dalam kegiatan organisasi juga sangat penting.

Menurutnya, IBC Australia sangat berperan dalam menjalin hubungan Diaspora Indonesia di Australia dengan berbagai kalangan pengusaha yang bukan hanya pengusaha lokal Indonesia tapi juga pengusaha asing dalam hal memperkenalkan peluang investasi atau bisnis di Indonesia.

Percakapan ditutup dengan harapan untuk mewujudkan mimpinya, yaitu buka cabang Medan Ciak di seluruh Australia, terutama di kota besar seperti Melbourne dan Perth. Well, nothing is impossible, Harjo! [IM]

Tuesday, 24 February 2026 / Published in Success Story

Kisah sukses Harjo mungkin bisa disebut “agak laen” dibanding pebisnis Indonesia di Australia. Bagaimana tidak, semua perjalanan bisnis Harjo berangkat dari lidahnya yang gagal move on dari masakan kampung halamannya, Medan, Sumatera Utara. Gagal move on ini kemudian Harjo sulap menjadi bisnis makanan yang sukses berkat bekal resep penuh cinta dari Sang Mama.

Semua ini bermula dari Harjo yang dibesarkan oleh Ibu yang berbisnis catering, dan Nenek yang selalu berperan jadi ‘head chef’ di setiap acara kendurian, Harjo kecil terpaksa membantu Nenek dan Ibu di dapur demi uang jajan. Pria berbintang Cancer ini akhirnya menjadi terbiasa dengan dunia dapur.

Menamatkan kuliah di Universitas Sumatera Utara Jurusan Sastra Inggris, Harjo memantapkan hati menjadi guru Bahasa Inggris. Setelah 10 tahun berkecimpung di dunia pendidikan, Ia ingin rehat dari hiruk pikuk profesi guru dan memutuskan jalan-jalan keliling Australia hingga akhirnya muncul kerinduan masakan ibu karena sulitnya menemui masakan Medan saat itu.

Dengan bumbu yang tersedia, Harjo mengeksekusi resep ibunda. Bukan hanya dia yang menikmati tapi juga teman-teman yang tinggal di dekatnya. Dari situ, lewat kekuatan words of mouth, Harjo terdorong untuk berbisnis catering. Ia mewujudkan dan masakan setiap hari. Senin hingga Jumat. Medan Catering semakin meluas sejak tahun 2008 hingga pada tahun 2012 Ia memutuskan untuk membuka restoran, namun kesiapan seluruh materi dan non-materi rupanya dapat terwujud 4 tahun setelahnya.

Sudah Makan Belum?

Medan Ciak dibuka pada tahun 2016 di Surry Hills dengan status “soft cue” selama 3 pekan pertama grand opening. “Antrian (customer) sampai 1 jam lho, Mbak. Bayangin!

Padahal kami baru punya nasi padang, lontong sayur medan, dan mie pangsit medan,” jelasnya penuh kenangan.

Nama “Medan Ciak” dipilih karena kami berasal dari Medan. Kata “Ciak” adalah bahasa Hokkian di mana budaya orang Medan asal ketemu selalu bertanya “Ciak liaw boi?” (sudah makan belum?). Kota Medan yang terkenal sebagai surga kulinernya Indonesia sangat berpengaruh karena sebelumnya restoran Indonesia yang ada di Sydney umumnya adalah masakan bercitarasa Jawa. Sehingga dengan munculnya Medan Ciak memberi rasa / pilihan baru bagi pecinta kuliner Indonesia akan masakan Sumatera.

Selama 2 tahun berproses, Harjo memikirkan cara inovatif untuk memajukan bisnisnya. Dia mengeluarkan menu nasi kapau yang masih terbatas pada tahun 2018. Dan akhirnya berhasil membuka dua restoran di Sussex Street dan Liverpool Street. Nasi Kapau menjadi sangat populer sekarang di Sydney, selain Medan Ciak yang pertama kali perkenalkan tetapi juga otentitas rasa dan cara penyajiannya yang dibungkus daun pisang & kertas dialasi piring kaleng jadul memikat pelanggan

Tuesday, 24 February 2026 / Published in News

Cipto mengaku pihaknya selalu belajar dan mengikuti perkembangan konsep-konsep properti, perhotelan, wisata, bahan bangunan, dan lainnya. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan setiap hal yang diterapkan dalam proyek-proyek 8Pilar adalah untuk kenyamanan.

8Pilar sendiri tidak menetapkan satu standar dalam berkolaborasi atau bermitra dalam berbisnis. Namun, hal yang menjadi acuan 8Pilar adalah pihak yang bertanggung jawab, disiplin dan memprioritaskan hasil yang baik.

Terdapat sejumlah proyek yang kini tengah dikerjakan 8Pilar, sekaligus ada juga proyek yang akan dikerjakan dalam waktu mendatang. “Proyek yang sedang berjalan adalah kawasan hotel di Ciater, Subang, Jawa Barat. Rencana berikutnya adalah kawasan hotel di DIY, Gunung Kidul yang lahannya kini sudah dimiliki dan sedang dalam tahap pembuatan konsep dasar kawasan,” ungkap Cipto.

Motivasi Ikut IBC
Cipto bercerita, dirinya baru saja mengetahui tentang IBC dari Thomas, founder Antaman, beberapa bulan terakhir ini. Akhirnya, Cipto memutuskan untuk bergabung atas dasar motivasi ingin memperluas jaringan relasi. “Menjalin dan atau menambah tali pertemanan, bisa sebagai sarana untuk mengikuti perkembangan-perkembangan dunia usaha dari member-member yang ada di dalam IBC. Lalu, mencari kolaborasi dalam pekerjaan, dan menambah wawasan dari berbagai bidang usaha yang ada dalam IBC,” terang Cipto. [IM]

TOP